Rabu, 09 Januari 2013

PATOLOGI - YANG BERKAITAN DENGAN KEPRILAKUAN / KEBIASAAN INDIVIDU


PATOLOGI
YANG BERKAITAN DENGAN
KEPRILAKUAN/KEBIASAAN INDIVIDU

·         Patologi Jenis Ini Berkaitan Dengan Sikap Atau Kebiasaan Individu Dalam Organisasi Birokrasi
·         Juga Terkait Dengan Kultur Kerja Dan Etos Kerja Birokrat
DAMPAK YG DITIMBULKAN AL :
·         Inefesiensi Waktu Dan Tenaga
·         Lambat
·         High Cost
·         Kerugian Materiil (Klien, Kelompok,Negara)
IDENTIFIKASI PATOLOGI YG BERKAITAN DENGAN KEPRILAKUAN, AL
1.      Bertindak Sewenang-Wenang
2.      Memaksa
3.      Pura-Pura Sibuk Dan  Sikap Tak Acuh
4.      Konspiratif
5.      Cara Kerja Yg Berbelit-Belit
6.      Tidak Sopan Dan Tdk Ramah
7.      Diskriminatif Dan Mengutamakan Kepentingan Sendiri
8.      Cara Kerja Yg Legalistik
9.      Sikap Kaku/Tdk Komunikatif
10.  Dramatisasi
11.  Kerahasiaan/Tertutup
12.  Tidak Disiplin
13.  Tekonisme
14.  Inersia
15.  Tdk Berprikemanusiaan
16.  Melalaikan Tugas Dan Tdk Bertanggung Jawab
17.  Sycophancy/Lap.Abs/”Ngatok”
18.  Tampering
19.  Imperatif Wil. Kekuasaan
20.  Vested Interest Dan Pertentangan Kepentingan
21.  Pemborosan

1.      BERTINDAK SEWENANG-WENANG
·         Birokrat Sebagai Abdi Masyarakat Di Berikan Tugas Sesuai Dengan Bidang Keahliannya
·         Untuk Menjalankan Tugas  Birokrat Diberi Wewenang Tertentu Sesuai Degan Jabatannya
·         Kewenangan Akan Menjadi “Kesewenang-Wenangan “ Bila Dijalankan Melebihi Batas Kewenangan Yang Dimiliki Seorang Birokrat
·         Bertindak “Sok Kuasa” Dan Melampaui Batas
2.      MEMAKSA
·         Menekan Pihak Lain,Individu Atau Masyarakat Mengukti Apa Yang Dinginkan Birokrat
·         Paksaan Bisa Bermakna “Kasar” Dan “Halus”.
·         Paksaan Kasar Bisa Berbetuk Intimidasi Atau Ancaman Sedangkan Paksaan Halus Biasanya Dilakukan Dengan Membujuk Atau Merayu
·         Misalnya:
Meminta Ongkos Fotokopi Untuk Pengurusan Dokumen Tertentu (Ktp,Kk,Akte Dsb)
Meminta Sumbangan Seiklasnya Untuk Alasan Tertentu
3.      PURA-PURA SIBUK
·         Hampir Sebagian Besar  Kegiatan Dan Tugas Utama Birokrat Adalah Berkaitan Dengan Pemberian Pelayanan Kepada Masyarakat
·         Masyarakat  Tentu Mengharapkan Pelayanan Yang Cepat, Tepat Dan Ramah
·         Tapi Di Beberapa Instansi Pelayanan Publik Masih Ada Dan Dijumpai Birokrat Yang Berprilaku Pura-Pura Sibuk Dan Tak Peduli/Tidak Acuh Terhadap Masyarakat Yang Membutuhkan Pelayanan
·         Mestinya Intansi Pelayanan Publik Belajar Cs Di Bank Atau Lembaga Swasta
4.      KONSPIRATIF
·         Konspiratif Atau Persekongkolan Selalu Bermakna Negatif Karena Terdapat Unsur Merekayasa, Merencanakan Atau Membuat Skrenario Jahat Untuk Kepentingan Pribadi Atau Kelompok2 Tertentu
  • Konspirasi Yg Di Lakukan Oleh Birokrat Bisa Melibatkan Pihak Luar Organisasi
  • Kerugian Atau Korban Konspirasi Bukan Hanya Individu, Tapi Organisasi Atau Negara Pun Bisa Menjadi Korban.
  • Kasus Penggelapan Pajak Oleh Gayus .Cs
5.      CARA KERJA YG BERBELIT-BELIT
·         Salah Satu Stigma Negatif  Yang Poluler Dan Melekat Tentang Birokrasi Adalah Mekanisme Kerja Yang Berbelit Belit. Bahkan Ada Anekdot  : “ Kalo Bisa Dipersulit Kenapa Dipermudah”
·         Dalam Pemberian Pelayanan Terlalu Banyak Meja Dan Dokumen/Formulir Yang Mesti Di Isi
·         Cara Kerja Yang Berbelit-Belit Tentu Berdampak Pada Efesiensi Dan Efektifitas Pelayanan Yang Ujung-Ujungnya High Cost
·         Solusi : Menata Ulang Sistem Kerja Menjadi Lebih Simple  Dan Berbasis It
6.      BERPRILAKU TIDAK SOPAN DAN TDK RAMAH
·         Birokrat Sebagai Abdi Dan Pelayan Masyarakat Sudah Seharusnya Bersikap Sopan Dan Ramah Dlm Menjalankan Tugas Pelayanan
·         Mengartikan Birokrasi Sebagai Kekuasaan Menyebabkan Pelayanan Menjadi Tidak Seimbang Dan Egaliter
·         Seringkali Birokrat Mengaggap Dirinya Memiliki Kekuasaan Atas Pelayanan, Merasa Di Butuhkan
·         Hal Inilah Yng Membangun Prilaku Birokrat Yg Tidak Sopan, Sombong Dan Tdk Ramah Kepada Masyarakat
7.      DISKRIMINATIF DAN MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN SENDIRI
·         Birokrat/Pns Adalah Pegawai Yang Berstatus  Pegawai Negeri Dan Gajinya , Salah Satunya Bersumber Hasil Pajak Seluruh Wni, Maka Sdh Seharusnya Memberikan Pelayanan Yang Adil Tanpa Memandang Unsur Kedaerahan,Jabatan, Kelas Sosial, Kekayaan Dan Sara Dr Yg Dilayani
·         Praktek Patologi Jenis Ini Yg Seringkali Terjadi Adlh Pembedaan Perlakuan Atas Dasar Status Sosial Seseorang (Jabatan, Kekayaan, Popularitas) Sehingga Menciderai Rasa Keadilan Masyarakat
·         Contoh Perlakuan Bidang Hukum, Rs
8.      CARA KERJA YG LEGALISTIK
·         Konsekuensi Negara Hukum Adlh Bahwa Semua Aktivitas Peneyelenggara Negara Dan Warga Negara Di Payungi Dan Memiliki Dasar Hukum
·         Namun Begitu Dlm Beberapa Kondisi Tertentu Hukum Memiliki Pertimbangan Tersendiri (Sosial, Kultur, Kondisi Alam Dsb) Dlm Prakteknya
·         Misalnya : Seringkali Terjadi Polemik Ketika Polisi Memaksakan Pengendara Untuk Memakai Helm Meski Jaraknya Hanya 100 M
9.      SIKAP KAKU/TDK KOMUNIKATIF
·         Sikap Kaku/Tdk Komunikatif Timbul Karena Birokrat Memandang Aturan Sebagai Hukum Yng Tdk Dpt Di Tawar
·         Disisi Lain Aturan Hukum Jg Membuka Peluang Perbedaan Dlm Interpretasinya
·         Disinilah Pentingnya Sikap Komunikatif Dari Unsur Birokrat
10.  DRAMATISASI
·         Membesar-Besarkan Persoalan Sehingga Menjadi Tidak Proporsional Dan Tidak Wajar
·         Dlm Beberapa Kasus, Patologi Ini Kadang Memiliki Unsur Penipuan Dan Motif Mendapatkan Keuntungan Pribadi
·         Contoh : Pengenaan Ancaman Pasal Yg Tidak Proporsional Untuk Suatu Tindak Pelanggaran Hukum
11.  KERAHASIAAN/TERTUTUP
·         Salah Satu Sumpah Jabatan Bagi Pns Adalah Mampu Dan Mau Menjaga Rahasia Negara
·         Akan Tetapi Dalih “Rahasia Negara” Seringkali Di Manfaatkan Oleh Oknum Birokrat Untuk Bersikap Tertutup, Sehingga Masyarakat Tdk Mendapatkan Informasi Yang Cukup Tentang Suatu Hal
·         Bila Hal Ini Terus Berlangsung Timbul Kecurigaan Dr Masyarakat
·         Contoh : Tidak Adanya Publikasi Skor Dlm Rekrutmen Pegawai Dg Alasan Rahasia Negara
12.  TIDAK DISIPLIN
·         Disiplin Adalah Bentuk Kepatuhan Terhadap Aturan, Hukum Dan Organisasi
·         Disiplin Meliputi : Disiplin Waktu, Disiplin Dlm Pelaksanaan Pekerjaan,
·         Disiplin Juga Berkorelasi Dengan Etos Kerja Dan Produktifitas Kerja
13.  TOKENISM
·         Adlh Bentuk  Pelaksanaan Kerja Yang Tidak Sepenuh Hati Atau “Asal Jadi”
·         Tidak Memperdulikan Kualitas Dan Mutu Pekerjaan
·         Bekerja Sekedar Menjalankan Tugas Hanya Formalitas
14.  INERSIA
·         Tidak Cekatan Dalam Melaksanakan Pekerjaan/Tugas/Lambat/Tdk Berorientasi Pd Pencapaian Target
·         Beberapa Penyebab :
a)      Tidak Adanya Persaingan
b)      Keterbatasan Sarana/Fasilitas
c)      Kualitas Sdm 
15.  TDK BERPRIKEMANUSIAAN
·         Melakukan Tindakan2 Yg Keras, Brutal Dan Tdk Manusiawi
·         Di Beberapa Instansi Pelayanan, Terlebih Yg Berkaitan Dg Bidang Keamanan, Ketertiban, Masih Sering Di Jumpai Aparat Keamanan Yg Yg Bertindak Brutal, Keras Dan Bahkan Melanggar Ham
·         Seperti Kasus Penggusuran Rumah Liar Dan Pkl, Penangkapan Pelaku Kriminal, Termasuk Pemberian Sanksi Oleh Atasan Pada Anak Buahnya.
16.  MELALAIKAN TUGAS DAN TDK BERTANGGUNG JAWAB
·         Tidak Menjalankan Tugas Dan Kewajibannya Dengan Baik
·         Bentuknya : Mangkir, Tdk Menyelesaikan Pekerjaan, Hadir Tapi Tidak Melaksanakan Tugas Sebagaimana Mestinya
·         Birokrat Yg Sering Malalaikan Tugas Dpt Di Cap Sebgai Orang Yg Tidak Bertanggungjawab Terhadap Pekerjaan Dan Organisasinya
17.  SYCOPHANCY/LAP.ABS/”NGATOK”
·         Adalah Kewajiban Bawahan Untuk Menjalankan Tugas/Perintah Atasan
·         Cara Terbaik Untuk  Memuaskan Atasan Adalah Dg Menunjukan Prestasi Kerja, Disiplin, Loyalitas
·         Namun Ada Kalanya Oknum Birokrat Ingin Menunjukan Prestasi Kerja Kepada Atasan Dg Cara Yang Tdk Baik
·         Misalnya Tdk Jujur /Faktual Dalam Memberikan Laporan, Dengan Menyajikan Yg Baik-Baik Saja (Abs)
18.  TAMPERING
·         Mengurangi, Menghilangkan Atau Menambahi Barang Bukti, Dokumen Dsb
·         Di Beberapa Instansi Pelayanan Publik, Dengan Kewenangan Jabatan Yg Dimilikinya Memungkinkan Seorang Birokrat Untuk Mengurangi, Menambah Atau Bahkan Menghilangkan Dokumen, Barang Bukti Untuk Kepentingan Tertentu
19.  IMPERATIF WIL. KEKUASAAN
·         Dominasi Orang, Institusi Tertentu  Terhdap Pelaksanaan Kegiatan
·         Penguasaan Terhadap Bidang/Wlayah Pekerjaan Tertentu
·         Bidang Pekerjaan Suatu Instansi Tdk Boleh Dijamah Oleh Institusi Lain (Pengkavlingan Tugas Dan Kewengan Pekerjaan
·         Pemilihan Tugas Pekerjaan Berdasarkan Anggapan : “Lahan Kering /“Lahan Basah”
20.  VESTED INTEREST DAN PERTENTANGAN KEPENTINGAN
·         Mencampur Adukan Antara Kepentingan Pribadi, Kel, Golongan Dengan Kepetingan Umum Atau Golongan
·         Prilaku Ini Menunjukan Ketidakprofesionalan Birokrat Dlm Menjalankan Pekerjaan
·         Misalnya : Seorang Pimpinan Membuat Keputusan Yg Menguntungkan Dirinya Sendiri Dlm Forum Rapat
·         Pertentangan Keptngan, Berkaitan Dengan Rangkap Jabatan Yg Dimiliki Oleh Satu Orang, Dan Jabatan Tersebut Bertolak Belakang
·         Pada Masa Lalu Gubenur Dpt Menjadi Anggota Dpr, Artinya Satu Sisi Gubenur Adalah Pjabat Eksekutif Namun Di Sisi Lain Menjalankan Tugas Legislatif
22.  PEMBOROSAN
·         Salah Satu Sebab Prilaku Ini Terjadi Adlh Karena Tidak Adanya Perencanaa, Kordinasi Dan Sikronisasi Antarbagian/Instansi Dlm Pelaksanaan Pekerjaan.
·         Bisa Juga Karena Tujuan Dgn Sasaran /Target Yg Ingin Di Capai Tdk Jelas Sehingga Pemanfaatan Sarana, Dana Menjadi Tidak Tepat, Inefesien Dan Sia-Sia
·         Contohnya :
a)      Seringnya Terjadi Galian Di Pinggir Jalan
b)     Kunker Ke Ln Anggota Dewan Yg Tidak Membawa Hasil Konkrit

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar