Selasa, 07 Januari 2014

LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

Kebutuhan manusia meliputi kebutuhan jasmani dan rohani, kebutuhan rohani tidak hanya kebutuhan religius tentang manusia dan penciptanya, tetapi termasuk kebutuhan batin lainya yang harus dipenuhi agar manusia dapat menjalankan dan menikmati hidupnya. Hobi merupakan salah satu kebutuhan batin tersebut. Sejak kecil manusia sudah diberi kemampuan khusus atau yang biasa disebut bakat. Bakat tersebut meliputi berbagai macam bidang. Dengan seiringnya waktu bakat tersebut menjadi sebuah kebiasaan yang menjadikannya sebuah hobi. Hobi dapat timbul karena suatu bakat tersebut, tetapi juga dapat terbentuk dari faktor lingkungan disekitarnya. Dewasa ini sudut pandang manusia terhadap hobi sangatlah penting bahkan hobi sudah menjadi bagian dari hidup. Seseorang akan rela menghabiskan waktu, uang dan tenaga hanya sekedar untuk memuaskan hobinya. Hal ini menimbulkan kesempatan bisnis tersendiri yang sangat menguntungkan, dari mulai bisnis sebagai penyedia kebutuhan atau perlengkapan penunjang hobi tersebut hingga merambah sebagai produsen pernak-pernik atau aksesoris yang berhubungan dengan hobi tersebut sebagai life style yang bersifat hiburan. Bahkan life style suatu hobi tertentu tidak hanya digunakan oleh para penggemarnya, tetapi orang awam pun dapat menjadikannya sebuah aksesoris dikesehariannya.

Faktor kehidupan sosial yang semakin global dan arus media teknologi informasi yang sangat maju telah menciptakan suatu pola kebiasaan baru terhadap hobi, karena memiliki ketertarikan yang sama terhadap suatu hobi manusia membentuk suatu kelompok sosial baru yang disebut komunitas. Sebuah komunitas ini akan memberikan rasa keterikatan sosial yang sangat kuat dalam kata lain sebuah komunitas menciptakan sikap solidaritas dan persaudaraan antar anggotanya. Dari komunitas tersebut muncul suatu organisasi-organisasi yang memiliki hirarki yang lebih komplek.

Consina

Consina.web.id hadir sebagai online store yang menyediakan berbagai macam produk adventure dengan berbagai brand yang berkualitas terutama yang diproduksi Consina.  Anda tidak perlu keluar untuk rumah mendapatkan produk petualangan atau perlengkapan pendakian yang Anda inginkan, tapi cukup menghubungi, kami siap membantu merealisasikan keinginan Anda.  

Sistem perdagangan kami melalui media online atau online store, dengan segmentasi pasar untuk seluruh wilayah Indonesia. Produk Consina sudah teruji banyak digunakan pecinta alam dan pihak yang senang dengan dunia petualangan alam terbuka di seluruh Indonesia dan negara lainnya.

Consina.web.id dikelola dengan profesional dan memiliki komitmen yang jelas dalam pendistribusian barang ke seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan layanan pengiriman jasa JNE. 

Kentang

Kentang mempunyai banyak khasiat. Di antaranya potassium, vitamin C (sumber kedua selepas oren), membekalkan karbohidrat kompleks dan fiber atau gentian kepada gula darah (blood sugar) dan pengawalan tekanan darah. Ia juga mengandungi vitamin B1, B2 dan B3 serta sedikit kandungan protein dan zat besi.

Kentang merupakan sumber terbaik dalam pembentukan zat besi dalam darah. Menjamin system ketahanan badan, karena kandungan vitamin serta kalsium yang tinggi.

Kentang sangat cocok bagi Anda yang memiliki penyakit maag atau sering mangalami sakit karena kelebihan asam lambung. Sebab dalam kentang terkandung atropine yang dapat memebantu mengurangi asam lambung dan mengurangi sakit pada lambung.

Jahe

Jahe dapat mengobati mual dan muntah

Jahe dapat mencegah penggumpalan darah. Jahe mengandung Gingerol yang menjadi antikoagulan (pencegah penggumpalan darah).

Coklat

Coklat merupakan sumber energi yang berharga Sekeping chocolate chip dikabarkan dapat memberi energi yang cukup untuk berjalan sejauh 46 meter.

Coklat mengandung magnesium dan zat besi dalam jumlah tinggi Magnesium maupun zat besi sama-sama merupakan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Fungsinya sangat banyak, seperti membantu dalam proses metabolisme, pencernaan, menjaga kestabilan emosi, daya ingat dan konsentrasi, serta produksi energi.

Coklat meningkatkan aktivitas otak dan degup jantung Manfaat coklat bagi kesehatan yang satu ini berasal dari saat melelehnya coklat di dalam mulut. Fungsi tersebut sama dengan yang ditawarkan oleh ciuman penuh gairah; hanya saja, coklat lebih unggul dengan tingkat manfaat yang lebih tinggi dan bertahan 4 kali lebih lama.

INTRAPRENEURSHIP

ENTERPRENEURSHIP

•       Enterpreneur (Perancis)à berusaha / pengusahaan (undertake), memulai usaha.
•     Enterpreneur …..seseorang yang mengorganisasi, mengelola, dan memperhitungkan resiko dari suatu bisnis atau perusahaan (Merriam Webster Dictionary)
•   Enterpreneur ….. Orang yang pandai atau berbakat  mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya serta menatur permodalan operasinya (Kamus Umum Bahasa Indo)
•       Enterpenuer ….. Proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi, dan sosial yg menyertainya, serta menerima balas jasa finansial dan kepuasan pribadi (Masykur Wiratmo)
•       Enterpreneurship lebih berkaitan dengan orang daripada dengan sistem.
•       Pengetahuan luas, ramah, ekstrovert, smart, pintar negosiasi, kreatifitas, independensi, kharisma.

Main things of entrepreneurship
•       The pursue of opportunity
Mengejar kecenderungan perubahan lingkungan yg orang lain tdk memperhitungkan dan melihat)
•       Innovation
           perubahan perombakan, pergantian bentuk, dan memperkenalkan pendekatan baru
•       Growth
           pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Karakteristik Kewirausahaan
•       Desire for responsibility (Keinginan untuk bertanggung jawab)
•       Preference for moderate risk (memilih cara dg minim resiko)
•       Confidence in their ability to success (Keyakinan dalam kemampuan mereka untuk sukses)
•       Desire for immediate feedback (Keinginan untuk umpan balik segera)
•       High level of energy (Tinggi tingkat energi)
•       Future orientation
•       Skill at organizing
•       Value if achievment over money (Nilai jika prestasi atas uang)

What is the final goal of your business?

INTRAPRENEURSHIP

Point of INTRAPRENEURSHIP
•       Ketrampilan pribadi
Gaya berpikir, bekerja berdasarkan sumber daya emosi dan spiritual, memiliki visi yang terformulasi, kemampuan komunikasi, tekun, dapat dipercaya.
•       Ketrampilan antar pribadi
membangun koalisi relasi dan dana, sumber informasi, dukungan manajemen, memahami proses inovasi dan perubahan organisasi.

INTRAPRENEURSHIP
Sikap kewirausahaan karyawan dalam kecenderungan berpikir (kognitif), merasa (afektif), dan berperilaku (konatif), yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru, meningkatkan efisiensi, memberikan pelayanan yang lebih baik dan/atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Minggu, 05 Januari 2014

HUMAS

MANUSIA --} ORGANISASI :
MANUSIA --} interaksi dgn lingkungan --} komunikasi --} saling pengertian --} saling menguntungkan --} manusia masuk organisasi

Organisasi --} Public Relation:
ORGANISASI --} Tantangan:
Hancur
Berhasil
Agar berhasil : (4 Prinsip P.R)
1.                  Pengertian Umum
2.                  Kepercayan Umum
3.                  Bantuan Umum
4.                  Kerjasama Umum

PUREL --} KOMUNIKASI :
ORGANISASI : --} PEMIMPIN --} MENGAMBIL KEPUTUSAN --} KOMUNIKASI
Konsep Inti Public Relation :
Intinya adalah bagaimana Individu dalam organisasi (Pimpinan/Anggota Organisasi) menyelamatkan dan menggembangkan organisasi melalui suatu cara yaitu komunikasi.

SISTEM KOMUNIKASI
Sistem Komunikasi Organisasi:
—  Komunikasi dipakai sbg sarana memelihara hubungan dengan karyawan.
—  Komunikasi merupakan alat dengan mana kehidupan organisasi disampaiakan.
—  Rumor/desas-desus merupakan bentuk komunikasi informal yg terjadi dlm organisasi.
—  Getuk tular merupakan komunikasi informal yang efektif.

KOMUNIKASI
Merupakan upaya penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikan degan maksud komunikan mau mengikuti keinginan komunikator.

SIFAT KOMUNIKASI:
A.    Kom. Represif/koersive.
B.     Kom. Persuasif:
1.      Kemampuan Kom. Persuasif Individu (Human. Rel)
2.      Kemampuan Kom. Persuasif  Organisasi (Pu-Rel). (dgn menerapkan 4 prinsip P.R)

Macam Komunikasi :
A.    Dari segi Lambang :
1.      Komunikasi Verbal
2.      Komunikasi Non-verbal/lambang,gestur,cara pakaian.

B.     Dari segi Arusnya :
1.      Komunikasi ke atas
2.      Komunikasi kebawah.
3.      Komunikasi lateral.
4.      Komunikasi keluar / masyarakat.

C.     Dari segi bentuknya :
1.      Lisan
2.      Tulisan

HAMBATAN KOMUNIKASI :
—  1. Komunikator tidak menguasai tema.
—  2. kemempuan komunikator diragukan.
—  3. Komunikator mendominasi komunikasi.
—  4. Pilihan media yang tidak sesuai.
—  5. Isi pesan tidak diminati oleh penerima pesan.
—  6. Penggunaan bahasa.
—  7. Kemempuan komunikan dalam memahami pesan.
—  8. Kondisi komunikan saat menerima pesan.
—  9. Kedwiartian makna.

Aspek komunikasi efektif :
—  Kejelasan : penggunaan bahasa dan intonasi.
—  Ketepatan : bahasa yang dipakai harus benar.
—  Konteks : sesuai dgn keadaan komunikasi tersebut terjadi.
—  Alur : keruntunan alur bahasa.
—  Budaya : berkaitan dengan tata krama dan etika.
Teknik mendengar scr efektif :
—  Hearing :pay attention what is being said.
—  Understanding
—  Remembering.
—  Responding.
—  Evaluating.
—  Interpreting.

Proses Komunikasi

Kondisi keberhasilan komunikasi:
—  Komunikasi akan berhasil bila messagenya sesuai dengan “frame of reference” antara pihak.
—  Message dirancang untuk menarik perhatian sasaran.
—  Message harus menggunakan lambang-lambang yang dipahami bersama.
—  Message harus menumbuhkan kebutuhan pribadi komunikan.
—  Message harus menyarankan solusi bgmn kebutuhan tadi terpenuhi. (Willbur Schramm)

HAMBATAN DALAM BERKOMUNIKASI

Hambatan Individual
·         Kesalahpahaman dalam memahami pesan
·         Kredibilitas Individu
·         Keterbatasan dalam berkomunikasi
·         Kemampuan Mendengarkan yang rendah
·         Penilaian awal terhadap subjek tertentu

Hambatan Organisasional
·         Semantik
·         Perbedaan Tingkatan Manajemen
·         Perbedaan Tingkatan Manajemen
·         Persepsi yang berbeda antar bagian
·         Kelebihan Beban Kerja
·         Hambatan-hambatan lain

UPAYA DALAM MENGATASI HAMBATAN DALAM BERKOMUNIKASI

Upaya Yang Bersifat Individual
·         Peningkatan kemampuan mendengarkan
·         Dorongan untuk berkomunikasi dua arah
·         Peningkatan kesadaran dan kemampuan dalam
·         Memahami pesan dan informasi
·         Pemeliharaan Kredibilitas Individu
·         Peningkatan pemahaman terhadap orang lain

Upaya Yang Bersifat Organisasional
·         Tindak lanjut dari setiap komunikasi
·         Yang dilakukan
·         Pengaturan pola komunikasi yang semestinya
·         Dilakukan dalam organisasi
·         Peningkatan kesadaran dan penggunaan
·         Berbagai media dalam berkomunikasi

Kaitan antara Jarak Fisik dengan Frekuensi Komunikasi

Pola Komunikasi dalam Stuktur Organisasi

Bentuk Komunikasi Grapevine
GOSIP Satu orang berkomunikasi kepada banyak orang

CLUSTER Banyak orang berkomunikasi secara terbatas

Komunikasi Massa
Bentuk komunikasi massa :
1.      Media Auditif  }}} Radio, Tape, Demonstrasi dan Pertemuan.
2.      Media visual (cetak/tulis) }}} Pers (DD Hal 99), Leaflets, Foto, Grafik, Spanduk,Reklame, Iklan
3.      Audio Visual }}} TV, Film,

PUBLIC RELATION
·         PUBLIC ≠ SOCIETY adalah orang/kelompok yang menaruh minat dan perhatian pada bidang yang sama.
            A.Internal Public
            B. External Public
·         RELATION : Two Way Communication

DEFINISI PUBLIC RELATION
“ Adalah kegiatan berencana untuk menciptakan dan membina serta memelihara komunikasi / hubungan yang baik dengan public.”
“Technique of Communication”.
“State of Being”, merupakan wadah/unit kerja.

LATAR BELAKANG ADANYA P.R :
—  1. Adanya kekuatan di masy. Yg berupa pendapat umum (opini).
—  2. Adanya kepercayaan bhw masy mau membantu.
—  3. Adanya tanggung jawab lembaga untuk bekerja sebaik-baiknya.
—  4. Pemeliharaan dan pemenuhan kepentingan masy. Adalah tanggung jawab masysrakat dan lembaga.

Teori Organisasi-HUMAS
1.      Teori Klasik → Humas tidak berlaku
a.        Struktur kaku
b.      Span of Control
c.       kurang konsern pd hub.antar manusia.
d.      Berorientasi pd hasil

2.      Teori Neo-klasik → Humas sebatas Hum.Rel
a.       Interaksi antar individu sdh mulai ada.
b.      Muncul serikat kerja, lembaga perwakilan
c.       individu dianggap penting.

3.      Teori Modern→ Humas menjadi Public Relation
a.       Munculnya serikat kerja dianggap wajar.
b.      Faktor Sosiologi dan Psikologi penting.

FALSAFAH PUBLIC RELATIONS
PR merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari kegiatan usaha dan bisnis. Edward L.Berneys dalam bukunya “Public Relations” menyatakan bahwa PR punya 3 arti
1.      Memberikan informasi kpd masyarakat.
2.      Persuasi : merubah sikap dan tingkah laku masy thd lbg demi kepentingan dua belah pihak.
3.      Usaha mengintegrasikan sikap dan perbuatan antara lbg dg sikap/perbuatan masy dan sebaliknya.

Dalam melaksanakan fungsinya PR sebaiknya :
·         PR perlu meminta kpd pimpinan utk memberi pengarahan.
·         Memberi kesempatan kpd pimpinan utk memberi ide, usulan dan kritik.
·         Mengambil inti pertemuan.
·         Memilih media yang tepat.

LIMA TUGAS PUBLIC RELATIONS
—  Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas penyampaian informasi kpd publik, agar mempunyai pengertian yang benar tentang organisasi.
—  Memonitor, merekam dan mengevaluasi tanggapan serta pendapat umum /masyarakat.
—  Memperbaiki citra organisasi.
—  Tanggung jawab sosial.
—  Komunikasi.

RELASI DALAM PR:
—  PR akan sukses dlm fungsinya apabila : mampu menciptakan, membangun dan mengembangkan relasi. Relasi akan ikut menentukan sukses atau tidaknya seorang PR.
—  Berkaitan dg komunikasi interpersonal.
—  Mengembangkan cara berkomunikasi dg menerapkan teknik-teknik berkomunikasi.
—  Menciptakan saling pengertian, kepercayaa, saling menghargai dan mempererat hubungan sosial atau kerja.
Menciptakan, membangun dan mengembangkan relasi :
—  Menunjukkan perhatian.
—  Memberi gambaran atau pandangan secara jelas.
—  Mengurangi atau menghilangkan ketergantungan.
—  Membuka jalan, arah supaya mitra wicara mampu mengatasi masalahnya.
—  Mitra wicara mengerti apa yang terbaik untuk dilaksanakan.

PR akan meningkatkan relasi bila :
—  Semakin mendalami latar belakang dari mitra wicara
—  Menaruh perhatian untuk mendalami norma-norma, budaya, karakter, kondisi dan pengalaman mitra wicara.
—  Memperhatikan kondisi psikis lawan bicara.
—  Komunikator menguasai tema.

Tujuan/Fungsi P.R
1. Fungsi Konstruktif.
2. Fungsi Korektif.

Ciri-ciri P.R
1. Ada komunikasi timbal balik.
2. Tujuan yang ingin dicapai adalah tujuan organisasi.
3. Sasaran P.R adalah Inter/External.
4. Efek yg ditimbulkan harmonisasi.

Sejarah P.R
—  Tidak jelas kapan dimulai.
—  Asap api
—  Tabuh-tabuhan
—  Annales (pengumuman di rumah imam romawi).
—  Gilda (Pers. Dagang Eropa abad pertengahan)
—  Ivy L. Lee (profesi)≈Persilvania Railroad Comp.
—  George Grell (bidangpolitik)

Dorongan munculnya PR:
—  Perkembangan Demokrasi-Pers.
—  Kemajuan teknik
—  Perkembangan Serikat Kerja
—  Perkembangan Sosial.

KEGIATAN PR
—  Menyelenggarakan pertemuan.
—  Kontak dgn semua pihak.
—  Membuat pusat informasi.
—  Publikasi melalui Pers
—  Laporan pd pemegang saham.
—  Menerbitkan majalah interen.
—  Melakukan pameran.
—  Sales Promotion
—  Open house
—  Publikasi Organisasi
—  Pendokumentasian
—  Demo Produk
—  Meny.Tanggung jawab social

Organanisasi dan Publik Relation
—  PR merupakan bagian integral suatu organisasi
—  PR bukan sekedar institusi komplementer
—  Tugas PR bukan sekedar menciptakan citra seolah-olah (kelihatan kuat dan sehat) melainkan menciptakan agar organisasinya kondusif, sehat iklim kerjanya, kuat hubungan sosialnya dan tinggi kinerja sumberdaya manusianya .

Fakta dilapangan berbicara lain
—  Orang belum atau tidak menyadari signifikansi PR dalam organisasi
—  PR sering diposisikan sebagai bagian marginal dari organisasi
—  Top manager sering menempatkan humas sekedar sebagai instrumen bagi organisasi
—  Institusi PR menjadi buta perkembangan yang terjadi di internalnya, dan tidak mampu mengembangkan analisis kritisnya untuk disumbangkan bagi organisasi