Jumat, 22 Maret 2013

MPA 2


JENIS-JENIS PENELITIAN
·         Dapat dikelompokkan  menurut :
            1. Tujuan
            2. Metode
            3. Tingkat Eksplanasi
            4. Jenis Data dan Analisis
1.      PENELITIAN MENURUT TUJUAN
Menurut Uma “dikelompokkan menjadi :”
a.       penelitian murni, adalah : penelitian yg dilakukan diarahkan sekedar            memahami masalah organisasi scr mendlm           (tanpa ingin menerapkan hasilnya)
b.      penelitian terapan, adalah : penelitian yg diarahkan  utk mendapatkan         informasi  yg dpt  digunakan  u/ memecahkan   masalah
2.      PENELITIAN UNTUK METODE
Terdiri dari :
  1. Penelitian Survey
  2. Penelitian Ex Post Facto
  3. Penelitian Eksperimen
  4. Penelitian Naturalisitik
  5. Policy Research (Penelitian Kebijaksanaan )
  6. Action Research (Penelitian Tindakan)
  7. Penelitian Evaluasi
  8. Penelitian Sejarah
a.       Penelitian Survey: Adalah penelitian yg dilakukan pd populasi besar maupun kecil, ttp data yg dipelajari adalah dr sampel yg diambil dr populasi tsb. Contoh : Kualitas SDM masyarakat Indonesia
b.      Penelitian Ex Post Facto: Adalah  penelitian yg dilakukan u/ meneliti peristiwa yg telah terjadi dan kmdn merunut ke belakang u/ mengetahui fakt0r2 yg dpt menyebabkan timbulnya kejadian tsb. Contoh : Penelitian u/ mengungkapkan sebab2 terjadinya kebakaran gedung
c.       Penelitian Eksperimen: Adalah suatu penelitian yg berusaha mencari pengaruh variabel ttt thd variabel yg lain dlm kondisi yg terkontrol secara ketat. Contoh: Pengaruh mobil berpenumpang  tiga terhadap  kemacetan lalu lintas
d.      Penelitian Naturalistik: Sering disebut penelitian kualitatif, Adalah metode penelitian yg  digunakan u/ meneliti pada kondisi obyek alamiah. Peneliti sbg instrumen kunci. Contoh : Penelitian u/ menemukan faktor2 yg menyebabkan terjadinya korupsi
e.       Policy Research. Adalah  adanya masalah dan masalah itu pd umumnya dimiliki oleh para administrator/manajer atau para pengambil keputusan pd suatu orgs. Contoh: Penelitian membuat undang-undang
f.       Action Research: Adalah penelitian yg bertujuan u/ mengembangkan metode kerja yg paling efisien, shg biaya produksi dapat ditekan dan produktifitas lembaga dapat meningkat. Contoh : Penelitian untuk memperbaiki prosedur dan metoda kerja dalam pelayanan  masyarakat
g.      Penelitian Evaluasi: Dalam hal yg khusus, penelitian evaluasi dpt dinyatakan sbg evaluasi ttp dalam hal lain jg dpt dinyatakan sbg penelitian. Sebagai evaluasi berarti mrpk bagian dr proses pembuatan keputusan yi membandingkan suatu kejadian,kegt dan produk dan standar dan program yg telah ditetapkan
Penelitian evaluasi ada 2 :
Ø  penelitian evaluasi formatif
Evaluasi formatif digunakan u/ mendapatkan feedback dari  suatu aktivitas dlm bentuk  proses shg dpt digunakan u/ meningkatkan kualitas program berupa barang dan jasa. Contoh: Penelitian u/ mengevaluasi proses pelaksanaan pelayanan IMB
Ø  penelitian evaluasi sumatif
Adalah menekankan pada efektivitas pencapaian program yang berupa produk tertentu. Contoh: Penelitiann hasil dari suatu kebijakan misal efektivitas program IDT

h.      Penelitian Sejarah. Berkenaan dgn analisis yg logis terhadap kejadian2 yg berlangsung dimasa lalu. Tujuan penelitian ini adalah u/ merekonstruksi kejadian2 masa lampau secara sistematis dan obyektif. Contoh : Penelitian u/ mengetahui kapan berdirinya kota ttt

3.      PENELITIAN MENURUT TINGKAT EKSPLANASI
Dikelompokkan menjadi :
a.       Penelitian Deskriptif. Adalah penelitian yg dilakukan u/ mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atas menghubungkan antara variabel satu dengan variabel lainnya. Contoh: Seberapa besar keuntungan BUMN/BUMD?
b.      Penelitian Komparatif. Adalah suatu penelitian yg bersifat membandingkan. Contoh: Adakah perbedaan keuntungan antara BUMN dhn Perusahaan Swasta
c.       Penelitian Asosiatif/Hubungan. Merupakan penelitian yg bertujuan u/ mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini mempunyai tingkatan yg tertinggi bila dibandingkan dengan penelitian deskriptif dan komparatif
Judul Penelitian
  Penelitian Deskriptif
            1. Disiplin Kerja Pegawai Negeri setelah Otoda
            2. Profil Guru Yang Prfesional
  Penelitian Komparatif
            1. Perbandingan Disiplin Kerja Pegawai Negeri dan  Swasta
            2. Perbandingan Profil Guru yg Profesional dan Tidak Profesional
  Penelitian Asosiatif “
            1. Pengariuh Kepemimpinan terhadap disipilin kerja pegawai
            2. Pengaruh Insenmtih terhadap prestasin kerja pegawai

Penelitian Menurut Jenis Data dan Analisis
  Jenis data dan analisisnya dlm penelitian dpt dikelompokkan :
            A. data kualitatif
            B. data kuantitatif
            C. gabuingan

Data Kualitatif
  Adalah data yg berbentuk kata, kalimat, skema dan gambar
  Data kualitatif yg diangkakan (skoring) misalnya terdapat dalam skala pengukuran
Data Kuantitatif
  Adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan


Selasa, 19 Maret 2013

TAN_4 6 Dimensi Strategis Adm.Negara : Cakupan Teori Adms. Negara


6 Dimensi Strategis Adm.Negara : Cakupan Teori Adms. Negara
DIMENSI STRATEGIS ADM. NEGARA
¡  Keban (2004:8) menggunakan buku2 teks administrasi publik kontemporer untuk mengeksplorasi ruang lingkup dari teori2 administrasi negara
¡  Ia merangkumnya dalam 6 dimensi strategis yang saling berkaitan
  1. DIMENSI MORAL
  2. DIMENSI KEBIJAKAN
  3. DIMENSI ORGANISASI
  4. DIMENSI MANAJEMEN
  5. DIMENSI KINERJA
  6. DIMENSI LINGKUNGAN

DIMENSI KEBIJAKAN
¡  Menyangkut proses pembuatan keputusan untuk menentukan tujuan dan cara/alternatif terbaik untuk mencapai tujuan tersebut
¡  Diumpamakan sebagai sistem kerja otak yang memberi arahan dan tujuan dari suatu tindakan
¡  Contoh: teori ttg Mudling Trough dari Lindbloom, teori Policy Stream dari john Kindon
DIMENSI ORGANISASI
¡  Berkaitan dengan pengaturan struktur dan hirarki yang meliputi :
                *             pembentukan unit,
                *             pembagian tugas antar unit,
                *             penetapan prosedur, aturan dan standar             untuk mencapai tujuan organisasi
¡  Diumpamakan seperti organ tubuh               yang memiliki atau mempunyai peran dan fungsi masing-masing dan siap melaksanakan perintah dari otak
DIMENSI MANAJEMEN
¡  Menyangkut proses bagaimana kegiatan2 yang telah dirancang dapat diimplementasikan untuk mencapai tujuan organisasi                         melalui prinsip2 tertentu (menggerakkan dan mengontrol)
¡  Diumpamakan sebagai sistem kerja jantung yang memompa darah dan menggerakkan setiap organ agar  dapat berjalan sesuai fungsinya
DIMENSI MORAL & ETIKA
¡  Memberikan tuntunan moral kepada administrator tentang apa yang salah dan yang benar, apa yang baik dan yang buruk
¡  Diumpamakan sebagai hati nurani yang dapat mengingatkan tindakan2 manusia
DIMENSI LINGKUNGAN
¡  Terkait dengan suasana dan kondisi yang mempengaruhi dimensi organisasi, manajemen, kebijakan dan etika
¡  Diumpamakan sebagai suhu, iklim, atau karakteristik lokasi dimana tubuh manusia berada
Dimensi Kinerja
¡  Membahas tentang apakah kebijakan, organisasi, manajemen dan moral dijalankan secara profesion al?
¡  Apakah dapat  dipertanggungjawabkan ?

TAN_3 Perkembangan Teori Administrasi


Perkembangan Teori Administrasi
          Th 1903an >> Scientific Managaement  >> Taylor, Fayol, Gulick Urwick
          Th 1930an >> Human Relation >> Follet, Mayo
          Th 1950an >> Behavioral Science >> Bernard, Simon
Scientific Management, 1903
¡  Scientific Management disebut   sbg  teori insentif
¡  Tokoh: Frederick Winslow Taylor, Henry  Fayol, Gulick.
¡  Frederick W. Taylor sbg “the father of the scientific management movement” (bapak gerakan ilmu manajemen)
¡  Dasar teori: untuk meningkatkan produktivitas kerja & memudahkan pekerjaan   diperlukan kajian ilmiah tentang metode dan standar kerja sehingga ditemukan cara kerja yg  efisien
¡  Penelitian Taylor yg terkenal Time & Motion Study:, shg ditemukan prinsip2 kerja yang paling efisien
¡  Dikemukakan : untuk meningkatkan produktivitas, setiap orang harus mempunyai tugas yg jelas; diberikan alat & metode yg standar; serta  diberi insentif
¡  Teori ini menganggap “manusia sbg mesin (man as machine)
¡  Teori Taylor ini disebut sebagai teori insentif, karena  insentif dipandang sebagai perangsang utama untuk meningkatkan produktivitas kerja
Human Relation, 1930
¡  Tokoh: Follet, Elton Mayo dan Reothlisberger
¡  Upaya peningkatkan produktivitas kerja dlm organisasi bukan dgn  insentif finansial, tetapi pada hubungan yang harmonis antar org2 di dalam organisasi. Fokusnya pada struktur organisasi yang membangun motivasi kerja, kepuasan kerja.
¡  Dasar utama penelitian Hawthorn plant of the Western Electic Company  in Chicag0. Maksud awal penelitian u/ menguji hubungan antara produktivitas dgn lingkungan fisik.
                * Fase ! : percobaan cahaya lampu
                * percobaan ruang istirahat
                * studi ttg ruang bank telgram (pengamatan       kelp pekerja informal
¡  Hasil penelitian Hawthorne sangat bertentangan
¡  Teori ini menekankan pada struktur organisasi yg dapat membangun motivasi kerja, kepuasan kerja dan moral kerja           faktor  inilah yg sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja
Behavioral Science (1950)
¡  Disebut teori perilaku
¡  Tokoh: Charles I Bernard dan Herbert Simon
¡  Merupakan gabungan teori management ilmiah dan teori hubungan manusia ditambah teori2 psikologi, sosiologi dan politik.serta ekonomi
¡  Fokus teori pada perilaku kerja yang
                kooperatif  dalam  organisasi  formal
¡  Produktivitas organsasai bergantung pada produktivitas individu ; produktivitas indv (perilaku orang) sangat tergantung pada kebutuhannya.
¡  Kebutuhan org berbeda2 shg insentif harus berbeda2.
¡  Teori ini menyatakan bahwa : seseorang akan dpt meningkatkan produktivitas kerja apabila jenis insentif yang diberikan kepada pegawai disesuaikan dengan tingkat kebutuhannya
Menelusuri Teori AN melalui Perkembangan Paradigma
Dikotomi Politik & Administrasi 1900-1926
¡  Tokoh: Frank Goodnow dan Leonard D. White.
¡  Goodnow, Politic & Administration (1900) “politik harus memusatkan perhatian pada perumusan ekspresi kehendak rakyat. Sedang administrasi berkenaan dengan pelaksanaan dari kehendak tersebut”
¡  Manifestasi pandangan ini: ada badan legislatif yang buat kebijakan/UU dan ada badan eksekutif yang melaksanakan kebijakan/UU
¡  Implikasi: administrasi negara harus dilihat sebagai organisasi yang bebas nilai (Value free), dan semata-mata diarahkan untuk mencapai efisiensi dari birokrasi
¡  Lokus administrasi negara adalah pada birokrasi pemerintahan
¡  Leonard D.White, Introduction to The Study of Public Administration
¡  Politik seharusnya tidak lagi mengganggu administrasi
¡  Manajemen memberi sumbangsih analisis ilmiahnya terhadap administrasi
¡  Administrasi negara adalah mampu menempatkan diri sebagai ilmu pengetahuan yang “value free
¡  Misi dari ilmu adm. Negara adalah nilai ekonomis dan efisensi
Prinsip-Prinsip Administrasi 1927-1937
¡  Tokoh: Willoughby Gullick & Urwick yang sangat diperngaruhi oleh tokoh manajemen klasik Fayol dan Taylor
¡  Mereka memperkenalkan prinsip2 PODSCORB (Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting and Budgeting) yang menurut mereka dapat diterapkan pada administrasi dimana saja
¡  Administrasi bisa terjadi dalam setiap tatanan administrasi tanpa melihat lingkungan, kebudayaan, misi, dan kerangka institusi
¡  Administrasi negara bisa diterapkan di seluruh negara barat atau timur, asalkan prinsip2 tsb dijalankan
Administrasi Negara sbg Ilmu Politik 1950-1970
¡  Robert A. Dahl: “The Science of public Administration: three problems” menyatakan bahwa pengembangan suatu prinsip administrasi yang universal terhalang oleh adanya perbedaan dari masing2 tujuan yang sesuai bagi organisasi, perbedaan dari masing2 individu, dan kerangka sosial yang beraneka dari satu kultur ke kultur yang lain
¡  John Gaus menyatakan teori administrasi negara sebenarnya adalah teori politik
¡  Adm. Negara kembali kepada induknya, ilmu politik. Dengan lokus birokrasi pemerintahan
¡  Adm negara dianggap sbg warga negara kelas dua dalam ilmu politik
Administrasi Negara sbg Ilmu Administrasi  1956-1970
¡  Adm. Negara melompat kepada ilmu administrasi
¡  Prinsip-prinsip manajemen yang pernah populer dikembangkan secara ilmiah.
¡  Perilaku organisasi, metode kuatitatif, riset operasional, analisis sistem mulai dikembangkan sebagai fokus administrasi negara
¡  Dipengaruhi oleh perkembangan fakultas business administration
¡  Salah satu fokus kajian yang berkembang pesat adalah Organizational Development. yang landasan kajiannya adalah psikologi sosial dan nilai2 demokrasi
¡  Kajian2 adm.negara berkembang  lebih pada fokusnya bukan lokusnya.
¡  Tokoh: Herbert Simon, James G. March
Administrasi Negara sbg  Administrasi Negara 1970
¡  A.n. mengalami perkembangan yang menggembirakan, fokus ilmu a.n. pada teori2 organisasi yang membahas bagaimana dan mengapa organisasi bekerja, bagaimana dan mengapa orang2 berperilaku dalam organisasi dan bagaimana dan mengapa keputusan2 itu diambil
¡  Perhatian juga berkembang  kepada ilmu kebijakan
¡  Selanjutnya perkembangan ilmu a.n menekankan fokusnya pada teori organisasi, teori manajemen, dan kebijakan publik
¡  Lokusnya: birokrasi dan masalah2 dan kepentingan publik

TAN_2


TEORI ADMINISTRASI NEGARA
¡  administrasi negara pada hakikatnya adalah suatu disiplin yang menanggapi masalah pelaksanaan urusan2 publik (public affair) dan manajemen dari urusan2 publik (public business)
¡  Administrasi negara dituntut untuk mampu memberikan jawaban atas tuntutan2 masyarakat yang terus berkembang
¡  Diperlukan teori2 adm. negara yang mampu menjawab tantangan zamannya (ingat fungsi teori)
TEORI Dalam Administrasi
¡  Hoy & Miskel (1987:2)  “teori dalam administrasi mempunyai peranan yang sama dengan teori yang ada dalam ilmu fisika, kimia atau biologi; yaitu berfungsi untuk menjelaskan dan panduan dalam penelitian
¡  Tidak ada teori administrasi negara, yang ada adalah teori2 dalam administrasi negara (Keban, 2004)
¡  Menurut Bailey tujuan Teori Adms Negara antara lain menggambarkan pandangan2 ilmu kemanusiaan, ilmu sosial dan ilmu perilaku serta menerapkan pandangan tsb dlm menyempurnakan proses adms publik
¡  Pendapat Bailey dapat ditafsirkan bahwa peran teori adms negara di samping sbg alat untuk  mengerti atau memahami apa yg dilakukan oleh adms negara, jg berperan sbg pedoman untuk menyempurnakan praktik atau hal2 yg dilakukan adms negara.
¡  Menurut Morrow teori adms. publik dapat diklasifikasikan dalam 5 kategori :
                1. Teori deskriptif
                2. Teori preskriptif
                3. Teori normatif
                4. Teori asumtif
                5. Teori instrumental
¡  Menurut Bailey terdpt 4 jenis teori adm neg:
                1. Teori Deskriptif-eksplanatif
                2. Teori Normatif
                3. Teori Asumtif
                4. Teori Instrumental
¡  Dinamakan catur rangkai teori adms publik krn saling berangkai
TEORI DESKRIPTIF-EKSPLANATIF
¡  Adalah teori yg menggambarkan realitas yg terjadi dlm tubuh adms publik dan menjelaskan mengapa itu terjadi
¡  Teori ini berkaitan dgn pertanyaan apa dan mengapa
¡  misal  konsep hierarki orgs formal Administrasi berfungsi sbg pimpinan sekaligus berfungsi sbg makelar yg menjembatani kepent orgs dan mhsw
TEORI NORMATIF
¡  Bertujuan menjelaskan situasi adms masa mendatang scr prospektif.
¡  Berkaitan dgn apa yg seharusnya dan apa yg sebaiknya
¡  Teori ini penuh dgn jargon ideal spt efisiensi,efektivitas,aparatur yg bersih dan berwibawa,akuntabilitas dll 
TEORI ASUMTIF
¡  Komponen utama adms publik adalah manusia dan institusi shg menjadi perhatian utama
¡  Asumsi ttg hakikat manusia hrs diperhatikan dlm praktek adms publik sehari2
¡  Kesalahan ttg asumsi thd manusia dan institusi akan berakibat fatal thd praktik adms negara
¡  Berkenaan dgn pertanyaan bagaimana dan kapan
¡  Misal :
                1.Teori X dan Y
                    Teori X asumsinya manusia itu malas
                    Teori Y asumsinya manusia itu rajin
                2. Teori motivasi Taylor yi teori insentif
TEORI INSTRUMENTAL
¡  Berkenaan dgn pertanyaan bagaimana dan kapan
¡  Teori ini mrpk pelaksanaan “maka” dr proposisi “jika maka”
¡  Teori ini byk berkenaan dgn bagaimana caranya mengajarkan sesuatu
¡  Misal :
    1. Jika desentralisasi menunjukkan unjuk kerja
                2. Jika motivasi uang akan menaikkan produktivitas kerja
¡  Menurut Bailey tujuan Teori Adms Negara antara lain menggambarkan pandangan2 ilmu kemanusiaan, ilmu sosial dan ilmu
¡  Menelusuri teori administrasi negara melalui perkembangan paradigma dalam administrasi negara menurut Nicholas Henry

Selasa, 12 Februari 2013

Bertambahnya Utang RI


Dampak Utang Luar Negeri Terhadap Pembangunan
Setiap tindakan ekonomi pasti mengandung berbagai konsekuensi begitu juga halnya dengan tindakan pemerintah dalam menarik pinjaman luar negeri. Dalam jangka pendek, pinjaman luar negeri dapat menutup defisit APBN dan ini jauh lebih baik di bandingkan jika defisit APBN tersebut harus ditutup dengan pencetakan uang baru, sehingga memungkinkan pemerintah untuk melaksanakan pembangunan dengan dukungan modal yang relatif lebih besar, tanpa disertai efek peningkatan tingkat hatga bunga yang tinggi.
Dalam jangka panjang, utang luar negeri dapat menimbulkan permasalahan ekonomi pada banyak negara debitur (peminjam) dan akibatnya pemerintah mengalami ketergantungan dengan bantuan luarg negeri (asing). Besar kecilnya jumlah utanng luar negeri yang dimiliki oleh negara yang sedang berkembang lebih disebabkan oleh adanya defisit current account, kekurangan dana, investasi pembangunan yang tidak dapat ditutup dengan sumber-sumber dana didalam negeri, angka inflasi yang tinggi, ketidakefisiensian struktural didalam perekonomian.
Akibat dari semakin banyak negara-negara yang terjerumus dalam krisis utang luar negeri, menyebabkan IMF(International Monetary Fund) dan bank dunia terpaksa menganjurkan kepada negara-negara tersebut untuk melakukan program penyesuaian struktural terhadap perekonomian dalam negeri.
Nilai tukar rupiah sangat berpengaruh pada proses pengembalian hutang. Karena masanya pengembalian pinjaman utang luar negeri menggunakan kurs dollar. Contohnya utang indonesia terhadap Amerika. Akibat dari terdepresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika, pembayaran kembali utang luar negeri mengalami peningkatan. Sebab Indonesia harus membayar dalam bentuk dollar Amerika. Dana yang digunakan untukl membayar utang luar negeri didapat dari penerimaan dalam negeri tetapi karna tidak mencukupi Indonesia terpaksa juga menggunakan bantuan dari IMF. Jadi secara langsung, utang luar negeri yang lama dibayar dengan utang luar negeri yang baru.

Mengapa semakin besar utang luar negeri yang dibayar, semakin besar akumulasi utang? Benarkah kita sudah merdeka secara ekonomi?
            Seorang panelis pada Diskusi ”Sewindu Reformasi Mencari Visi Indonesia 2030” pekan lalu mengatakan, sampai sekarang ia tidak melihat ada keinginan dan komitmen jelas dari pemerintah untuk menghentikan ketergantungan pada utang atau keluar dari jerat utang.
            Hal ini bisa dilihat dari tidak adanya langkah signifikan yang ditempuh pemerintah untuk mengurangi beban utang luar negeri. Mulai dari langkah moderat dengan menolak utang baru hingga langkah paling radikal meminta penghapusan utang, atau bahkan melakukan pembangkangan dengan mengemplang utang karena sebagian utang luar negeri yang ada saat ini dianggap sebagai utang najis (odious debt).
            Alih-alih meminta penghapusan utang, sekadar mempercepat pelunasan utang kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pun pemerintah terkesan berat hati. Tahun lalu, keberatan untuk mempercepat pelunasan utang kepada IMF dikemukakan antara lain oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah.
            Menurut Gubernur BI, meskipun tidak dapat digunakan, dana IMF yang masih tersisa sebesar 7,8 miliar dollar AS bisa diputar oleh BI untuk menambah penghasilan pemerintah.
            Tahun ini, setelah IMF menaikkan suku bunga pinjaman dari 3,5 menjadi 4,5 persen, keberatan untuk mempercepat pelunasan utang IMF disuarakan langsung oleh pejabat Departemen Keuangan. Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Mulia P Nasution mengatakan pelunasan utang kepada IMF dapat memancing para spekulan untuk menarik dana mereka dari Indonesia.
            Sikap ini dinilai sebagai upaya mempertahankan intervensi IMF di negeri ini. Sikap pemerintah yang menolak anjuran Koalisi Anti-Utang agar menghapuskan utang lama dan menolak utang baru juga sangat bertolak belakang dengan kecenderungan internasional yang semakin kritis terhadap utang. Kritik tidak hanya muncul berkaitan dengan efektivitas utang itu sendiri, tetapi juga sisi kelembagaannya, sisi ideologi, serta implikasi sosial politiknya.
            Dari efektivitas, secara internal utang luar negeri tidak hanya menghambat tumbuhnya kemandirian ekonomi negara-negara pengutang. Utang juga mengakibatkan kontraksi belanja sosial, merosotnya kesejahteraan rakyat, dan melebarnya kesenjangan ekonomi (Pearson, 1969; Kindleberger dan Herrick, 1997; Todaro, 1987).
            Secara eksternal, utang luar negeri juga meningkatkan ketergantungan negara-negara Dunia Ketiga pada pasar luar negeri, modal asing, dan juga pada tradisi pembuatan utang luar negeri secara berkesinambungan (Payer, 1974; Gelinas, 1998).
            Dari sisi kelembagaan, lembaga-lembaga keuangan multilateral penyalur utang luar negeri, seperti IMF, Bank Dunia, dan Bank Pembangunan Asia (ADB) sendiri dinilai tidak transparan dan tidak akuntabel. Mereka dianggap sebagai kepanjangan tangan negara-negara negara-negara maju pemegang saham utama lembaga-lembaga tersebut, untuk mengintervensi negara-negara pengutang (Rich, 1999; Stiglitz, 2002; Pincus dan Winters, 2004).
            Dari sisi ideologi, utang luar negeri dituding telah dipakai oleh negara-negara kreditor, terutama AS, sebagai sarana untuk menyebarluaskan kapitalisme neoliberal ke seluruh penjuru dunia dan ”menguras dunia” (Erlerm, 1989). Dari sisi implikasi sosial politik, utang luar negeri dicurigai sengaja dikembangkan oleh negara-negara kreditor untuk mengintervensi negara-negara pengutang.
            Secara tidak langsung, utang dianggap juga bertanggung jawab atas lahirnya rezim-rezim diktator, kerusakan lingkungan, meningkatnya tekanan migrasi, perdagangan obat-obatan terlarang, serta terjadinya konflik dan peperangan (Gilpin, 1987; George, 1992; Hanton, 2000).
            Masalah utang luar negeri sebenarnya bukan masalah baru bagi Indonesia, karena Indonesia sudah menjadi pelanggan utang, bahkan sebelum merdeka. Tetapi, utang baru menjadi masalah serius setelah terjadi transfer negatif bersih (utang yang diterima lebih besar dibandingkan cicilan pokok dan bunga utang yang harus dibayar setiap tahun) dalam transaksi utang luar negeri pemerintah pada tahun anggaran 1984/1985.
            Total utang yang pada akhir era Soekarno baru sebesar 6,3 miliar dollar AS (terdiri dari 4 miliar dollar AS warisan Hindia Belanda dan 2,3 miliar dollar AS utang baru) membengkak menjadi 54 miliar dollar AS pada akhir pemerintahan Soeharto.
            Selama dua tahun era BJ Habibie, utang bertambah lagi 23 miliar dollar AS menjadi 77 miliar dollar AS. Sekarang ini total utang luar negeri sekitar 78 miliar dollar AS. Ditambah utang dalam negeri, pada pascakrisis 1997, total utang Indonesia pernah mencapai sekitar Rp 2.100 triliun.
            Dengan total utang Rp 1.318 triliun dan jumlah penduduk sekitar 210 juta jiwa sekarang ini, setiap penduduk Indonesia (termasuk bayi baru lahir) terbebani utang sekitar Rp 7 juta.
            Sementara kekayaan alam dan kemandirian serta kapasitas kita untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat terus tersandera oleh beban membayar cicilan dan bunga utang yang menyita hingga sepertiga sendiri anggaran belanja APBN. Posisi Utang Rp 1.318 ini terdiri dari Rp 636,6 triliun utang dalam negeri dan 76,6 miliar dollar AS utang luar negeri.
            Hasil penelitian Reinhard, Rogoff, dan Savastano tahun 2003 (Almizan Ulva, 2004), batas aman rasio utang luar negeri (pemerintah dan swasta) terhadap PDB negara berkembang adalah 15-20 persen.
            Sebenarnya utang luar negeri masih bisa diterima selama itu digunakan dengan baik untuk membangun ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta tidak mengakibatkan beban berlebihan pada keuangan negara dan tidak diembel-embeli dengan persyaratan yang memberatkan. Akan tetapi, yang terjadi di Indonesia, utang banyak bocor sehingga sasaran yang ingin dituju melalui strategi big push theory juga tidak tercapai.
            Prinsip gali lubang tutup lubang masih terjadi karena untuk membayar utang lama, pemerintah harus terus membuat utang baru. Akibat salah kelola utang, Indonesia dalam lingkaran setan perangkap utang (debt trap). Sebuah kajian independen Bank Dunia pernah menyebutkan, sekitar 30 persen utang luar negeri dikorupsi oleh rezim berkuasa pada era Soeharto sehingga kemudian muncul anggapan utang itu utang ”najis” yang tidak pantas dibayar.
Kesimpulan
Masalah utang luar negeri sebenarnya bukan masalah baru bagi Indonesia, karena Indonesia sudah menjadi pelanggan utang, bahkan sebelum merdeka.
Dari sisi ideologi, utang luar negeri dituding telah dipakai oleh negara-negara kreditor, terutama AS, sebagai sarana untuk menyebarluaskan kapitalisme neoliberal ke seluruh penjuru dunia dan ”menguras dunia” (Erlerm, 1989).
Dari sisi kelembagaan, lembaga-lembaga keuangan multilateral penyalur utang luar negeri, seperti IMF, Bank Dunia, dan Bank Pembangunan Asia (ADB) sendiri dinilai tidak transparan dan tidak akuntabel.
Dari efektivitas, secara internal utang luar negeri tidak hanya menghambat tumbuhnya kemandirian ekonomi negara-negara pengutang. Utang juga mengakibatkan kontraksi belanja sosial, merosotnya kesejahteraan rakyat, dan melebarnya kesenjangan ekonomi (Pearson, 1969; Kindleberger dan Herrick, 1997; Todaro, 1987).
Prinsip gali lubang tutup lubang masih terjadi karena untuk membayar utang lama, pemerintah harus terus membuat utang baru. Akibat salah kelola utang, Indonesia dalam lingkaran setan perangkap utang (debt trap). Semakin bertambahnya utang luar negeri pemerintah  berarti juga semakin memberatkan posisi APBN RI, atau utang luar negeri tersebut harus dibayarkan berserta dengan bunganya. Ironisnya semasa krisis ekonomi, utang luar negeri itu harus dibayar dengan menggunakan bantuan dana dari luar negeri, yang artinya sama saja dengan utang baru. Karena pada saat krisi ekonomi penerimaan rutin pemerintah dari sektor pajak tidak sebanding dengan kebutuhan anggaran belanja negara.