Selasa, 23 Oktober 2012

Perilaku Organisasi


Sebagai ilmu pengetahuan :
I.            SEGI ONTOLOGI
1.      Pengertian
-          Miftah Thoha, perilaku orgs sbg suatu studi yang menyngkut  aspek2x tingkah laku manusia dlm suatu orgs atau suatu kelompok ttt
-          Menurut Duncan : Perilaku orgs adl usaha2x individu bisa terkoordinir dalam rangka mencapai tujuan organisasi
-          Menurut Stephen P Robbins : Perilaku Orgs adl suatu bidang studi yang menyelidiki dampak perorangan, kelp dan struktur pd perilaku dlm orgs dgn maksud menerapkan pengetahuan semacam itu u/ memperbaiki keefektifan orgs.
-          Menurut J Gibson, J.M Ivancevich, J H Donelly Jr : Perilaku Orgs adl studi ttg perilaku manusia, sikapnya dan hasil karyanya dlm lingkungan keorganisasian
-          Kesimpulan: Studi tentang apa yang dilakukan orang2x dlm suatu orgs dan bagaimana perilaku (individu/kelp) mempengaruhi kinerja dari organisasi
Menurut Larry L Cummings
Perbedaan Perilaku Orgs dengan ilmu lain
1.      Psykologi Orgs à penjelasan pd tingkat psykologi
Perilaku Orgs à penjelasan berasal dr multi disiplin
Persamaan : menjelaskan perilaku orang2x di dalam suatu orgs
2.      Teori Organisasi à studi ttg susunan, proses dan hasil2x dari orgs itu sendiri
Perilaku Orgs à studi dari tingkah laku individu dan kelp di dlm suatu orgs
3.      Perilaku Orgs à menekankan pd orientasi konep
Personel & Human Resources à menekankan pd tehnik dan tehnologi
   2. Ruang Lingkup
Perilaku individu/perorangan, perilaku à kelp dan struktur orgs perilaku individu dan perilaku kelp mempengaruhi orgs dan orgs mempengaruhi perilaku individu dan perilaku kelp
n  3. Materi :
Perilaku Orgs sbg ilmu pengetahuan; Latar belakang Sejarah Perilaku Orgs; Dasar-Dasar Perilaku Individu; Persepsi; Nilai, Sikap dan Kepuasan Kerja; Konsep Motivasi Dasar; Motivasi; Dasar Perilaku Kelompok; Perilaku Kelompok dlm Orgs; Memahami Tim Kerja; Komunikasi; Konflik; Stres Kerja dan Frustasi                   

II. SEGI EPSTOMOLOGI
a.       Pendekatan/kerangka berpikir yaitu :
            1. Pend multidisipliner à ilmu tingkah laku, il psykologi, il sosiologi, il antropologi
            2. Pend multidimensià keadaan 
b.      Metode
1.      Induksi à mendsr hsl penelt dlm masy baru             diambil kesimpulan
2.      Deduksi à  mendsr rumusan/teori/dalil lalu dibuktikan kebenarannya
III. SEGI AKSIOLOGI
·         Tujuan :
Untuk mendeterminasi bagaimana perilaku manusia itu mempengaruhi usaha pencapaian tujuan- tujuan organisasi
·         Latar Belakang Sejarah Perilaku Organisasi
PLATO
Jiwa manusia dibagi 3 bagian :
1.      Philosophic/Filosofis adl : suatu alat u/ mencapai ilmu pengetahuan dan pengertian
2.      Spirited/Ambisius adl : aspek jiwa manusia u/ berush mencari kekuasaan dan ambisi
3.      Appetite/Pecinta Keberuntungan adl : keinginan u/ memenuhi selera misal : makan.minum, seks, uang
MAX WEBER
Tekanan pd : organisasi
Menurut Max Weber :
1.      manusia / seseorg itu lemah / membutuhkan bantuan, shg hrs diatur             o/ orgs negara (perilaku birokrat)
2.      perilaku yg dicerminkan birokrasi yaitu          rasa      tdk percaya pd kesanggupan & kemampuan manusia
3.      2 aspek hasil kerja Max Weber :
- sbg seorang ahli ilmu sosial, tertarik u/ menjelaskan preskripsinya dr pertumbuhan orgs yg besar
- terkesan akan kelemahan2x manusia dgn pertimbangan yg kadang 2x tdk realitas dan bahwa manusia mempunyai rasa emosi
HENRI FAYOL
-          Tekanan pd : organisasi administrative
-          Teori admsnya dikenal : pendekatan fungsional  mendominir pemikiran modern ttg adms
-          Pendapatnya : semua orgs terdiri dr unit2x subsistem
F. WINSLOW TAYLOR
-          Mengenalkan : prinsip2x manajemen ilmiah
-          Tekanan :
1.      efisien waktu/ penelaahan waktu dipergunakan u/ menetapkan scr tepat brp byk waktu yg diperlukan o/ setiap org di dlm setiap aspek kerjanya
2.      penggunaan bag perencanaan u/ menjlskan bgmn pekerj hrs dikerjakan & serangkaian pengawasan fungsional u/ memberi pengarahan pd pekerja
-          Pendapatnya : perilaku manusia mrpk salah satu komponen dlm suatu mesin produksi
-          Usulan Taylor sbg tujuan gerakannya :
1.      A.S telah byk sekali dirugikan akibat tdk ada efisien di hampir setiap ush pd tiap harinya
2.      mencoba meyakinkan masy A.S jln keluar terletak pd manajemen yg sistematis bkn pd ush mencari orang2x yg istimewa
3.      membuktikan manajemen yg baik adl suatu   ilmu yg tepat & berdsrkan pd hkm yg jls,aturan & prinsip bisa diterapkan pd setiap aktivitas manusia
GERAKAN HUB.KEMANUSIAAN
-          Tekanan pd : kerja sama dan semangat kerja atau moral karyawan yg digolongkan dlm aspek hub. kemanusiaan
-          Tokohnya Raymond Miles menyatakan : Hub kemanusiaan menempatkan karyawan    sbg manusia, tdk sbg mesin yg digunakan dlm berproduksi memahami kebt manusia
-          Ada 3 kejadian :
1.      Masa depresi yg hebat
2.      Gerakan kaum buruh
3.      Hasil penemuian Hawthorne
MASA DEPRESI
-          Terjadi kegoncangan yg hebat di bdg keuangan dan perekonomian      produksi merosot, pasaran lesu mewarnai perekonomian
-          Sebab depresi :
a.       menumpuknya inventaris ush &    akumulasi stok brg baru yg bsr ditgn konsumen
b.      konsumen menolak naiknya harga & naiknya biaya usaha
c.       merosotnya minat pemanfaatan    invesmen
d.      akumulasi dlm jumlah yg bsr dr kemamp produksi baru & pengembangan tehnologi
e.       jarangnya investasi berskala bsr & kelesuan dr cadangan bank
f.       melemahnya kepercayaan & harapan
-          Akibat depresi : pengangguran; ketidaktentuan hidup; ketidakamanan
-          Hasil depresi : hub kemanusiaan diutamakan/ unsur manusia sbg unsur dominan
GERAKAN SERIKAT BURUH
-          Pendorongnya : manajer tdk mau mengenal scr tepat sumbangan manusia dlm mencari tuj orgs misal : gaji rendah; jam kerja tidak memadai; kondisi kerja kurang patut, shg timbul serikat buruh
-          Dgn serikat buruh diakui scr sah/resmi, byk manajer sadar u/ memberi perhatian pd buruh
-          Manajer mendirikan unit/ bag kepeg u/ menangani persoalan kepeg & serikat buruh
-          Manajer memberi tekanan pd hub kerja pr peg dgn pimpinan & memberi perhatian pd perbaikan gaji, jam kerja & kondisi tempat kerja
PENEMUAN HAWTHORNE
-          Tujuan : mencari sampai dimana pengaruh hub antara kondisi fisik tempat bekerja dgn produktivitas kerja
-          Tujuan khusus : mendpt gambaran yg jls ttg pengaruh faktor2x : temperatur, kelembaban udr, cahaya thd kelelahan & gerakan berulang dr pekerja
-          Temuan :
1.      Sikap & perilakui positif serta produktivitas pr peg tdk terlalu dipengaruhi o/ fasilitas & kondisi kerja ttp o/ perhatian yg diberikan manajer
2.      Perilaku seorg peg ditentukan oleh & terikat pd norma2x kelp kerja dimana seseorg menjadi anggota

Dasar-Dasar Perilaku Individual
-          Karakteristik Biografis
Usia
                             - Bertambahny usia memperkecil kemungkinan berhenti dr pekerjaan
                                    * Makin kecil pekerj alternatif
                                    * Tingkat upah/gaji yang lbh tinggi
                             - Bertambah usia berpengaruh thd absensi
                                    * Tingkat absensi yang dpt dihindari
                                    * Tingkat absensi yang tdk dpt dihindari
                                        # Kesehatan
                                        # Cedera





Perilaku Organisasi - Sifat


A.    Definisi Sikap
 Sikap adalah evaluasi umum yang dibuat manusia terhadap dirinya sendiri, orang lain, obyek atau isue. (Petty, cocopio, 1986 dalam Azwar S., 2000 : 6).
Sikap adalah merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek (Soekidjo Notoatmojo, 1997 : 130).
Sikap adalah pandangan-pandangan atau perasaan yang disertai kecenderungan untuk bertindak sesuai sikap objek tadi (Heri Purwanto, 1998 : 62).

B.     Komponen Sikap ( Azwar S., 2000 : 23):
1.      Komponen kognitif
Merupakan representasi apa yang dipercayai oleh individu pemilik sikap, komponen kognitif berisi kepercayaan stereotipe yang dimiliki individu mengenai sesuatu dapat disamakan penanganan (opini) terutama apabila menyangkut masalah isu atau problem yang kontroversial.
2.      Komponen afektif
Merupakan perasaan yang menyangkut aspek emosional. Aspek emosional inilah yang biasanya berakar paling dalam sebagai komponen sikap dan merupakan aspek yang paling bertahan terhadap pengaruh-pengaruh yang mungkin adalah mengubah sikap seseorang komponen afektif disamakan dengan perasaan yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu.
3.      Komponen konatif
Merupakan aspek kecenderungan berperilaku tertentu sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh seseorang. Dan berisi tendensi atau kecenderungan untuk bertindak / bereaksi terhadap sesuatu dengan cara-cara tertentu. Dan berkaitan dengan objek yang dihadapinya adalah logis untuk mengharapkan bahwa sikap seseorang adalah dicerminkan dalam bentuk tendensi perilaku.

C.    Tingkatan Sikap (Soekidjo Notoatmojo,1996 :132):
1.         Menerima (receiving)
 Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek).
2.         Merespon (responding)
Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi sikap karena dengan suatu usaha untuk menjawab pertanyaan atau mengerjakan tugas yang diberikan. Lepas pekerjaan itu benar atau salah adalah berarti orang itu menerima ide tersebut.
3.         Menghargai (valuing)
Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga, misalnya seorang mengajak ibu yang lain (tetangga, saudaranya, dsb) untuk menimbang anaknya ke posyandu atau mendiskusikan tentang gizi adalah suatu bukti bahwa si ibu telah mempunyai sikap positif terhadap gizi anak.
4.         Bertanggung jawab (responsible)
Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko adalah mempunyai sikap yang paling tinggi. Misalnya seorang ibu mau menjadi akseptor KB, meskipun mendapatkan tantangan dari mertua atau orang tuanya sendiri.

D.    Ciri – Ciri Sikap (Heri Purwanto, 1998 : 63):
1.      Sikap bukan dibawa sejak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungan dengan obyeknya. Sifat ini membedakannnya dengan sifat motif-motif biogenis seperti lapar, haus, kebutuhan akan istirahat.
2.      Sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang-orang bila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap pada orang itu.
3.       Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mempunyai hubungan tertentu terhadap suatu objek dengan kata lain, sikap itu terbentuk, dipelajari atau berubah senantiasa berkenaan dengan suatu objek tertentu yang dapat dirumuskan dengan jelas.
4.      Objek sikap itu merupakan suatu hal tertentu tetapi dapat juga merupakan kumpulan dari hal-hal tersebut.
5.      Sikap mempunyai segi-segi motivasi dan segi-segi perasaan, sifat alamiah yang membedakan sikap dan kecakapan-kecakapan atau pengetahuanpengetahuan yang dimiliki orang.

E.     Tipe Sikap 
Ada 3 (tiga) tipikal sikap seseorang, antara lain (Ardana, 2009: 22) :
1. Kepuasan kerja, seseorang yang mempunyai tingkat kepuasan kerja yang tinggi akan cenderung menunjukkan sikap positif terhadap pekerjaan, demikian sebaliknya. 
2. Keterlibatan kerja, sampai sejauh mana seseorang memihak pada pekerjaannya, berpartisipasi aktif didalamnya serta menanggapi kinerjanya sangat penting bagi organisasi. 
3. Komitmen pada organisasi, sampai tingkat mana seseorang pegawai memihak pada organisasinya dan bertekad setia didalamnya. 

F.     Fungsi-Fungsi Sikap
1.      menyesuaikan atau pemanfaatan (adjustment or utilization)
2.      pertahanan ego (ego-defensive)
3.      pernyataan nilai (value expression)
4.      pengetahuan (knowledge)

G.    Cara Pengukuran Sikap
Pengukuran sikap dapat dilakukan dengan menilai pernyataan sikap seseorang. Pernyataan sikap adalah rangkaian kalimat yang mengatakan sesuatu mengenai obyek sikap yang hendak diungkap.
Pernyataan sikap mungkin berisi atau mengatakan hal-hal yang positif mengenai obyek sikap, yaitu kalimatnya bersifat mendukung atau memihak pada obyek sikap. Pernyataan ini disebut dengan pernyataan yang favourable. Sebaliknya pernyataan sikap mungkin pula berisi hal-hal negatif mengenai obyek sikap yang bersifat tidak mendukung maupun kontra terhadap obyek sikap.
Pernyataan seperti ini disebut dengan pernyataan yang tidak favourabel. Suatu skala sikap sedapat mungkin diusahakan agar terdiri atas pernyataan favorable dan tidak favorable dalam jumlah yang seimbang. Dengan demikian pernyataan yang disajikan tidak semua positif dan tidak semua negatif yang seolah-olah isi skala memihak atau tidak mendukung sama sekali obyek sikap (Azwar, 2005). Pengukuran sikap dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung. Secara langsung dapat ditanyakan bagaimana pendapat/ pernyataan responden terhadap suatu obyek. Secara tidak langsung dapat dilakukan dengan pernyataan-pernyataan hipotesis kemudian ditanyakan pendapat responden melalui kuesioner (Notoatmodjo, 2003).

H.    Pembentukan Sikap
Proses pembentukan sikap berlangsung secara bertahap, dimulai dari proses belajar. Proses belajar ini dapat terjadi karena pengalaman-pengalaman pribadi seseorang dengan objek tertentu, seperti orang, benda atau peristiwa,dengan cara menghubungkan objek tersebut dengan pengalaman-pengalaman lain dimana seseorang telah memiliki sikap tertentu terhadap pengalaman itu atau melalui proses belajar sosial dengan orang lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah (Azwar:1995,30):
1.      Pengalaman Pribadi Apa yang telah dan sedang kita alami akan ikut membentuk dan mempengaruhi penghayatan kita terhadap stimulus sosial. Tanggapan akan menjadi salah satu dasar terbentuknya sikap. Untuk dapat mempunyai tanggapan dan penghayatan, seseorang harus mempunyai pengalaman yang berkaitan dengan obyek psikologis yang akan membentuk sikap positif dan sikap negatif. Pembentukan tanggapan terhadap obyek merupakan proses kompleks dalam diri individu yang melibatkan individu yang bersangkutan, situasi di mana tanggapan itu terbentuk, dan ciri-ciri obyektif yang dimiliki oleh stimulus. Untuk dapat menjadi dasar pembentukan sikap, pengalaman pribadi haruslah meninggalkan kesan yang kuat. Karena itu, sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi tersebut terjadi dalam situasi yang melibatkan faktor emosional. Dalam situasi yang melibatkan emosi, penghayatan akan pengalaman akan lebih mendalam dan lebih lama berbekas.
2.      Pengaruh Orang Lain Yang Dianggap Penting Orang lain di sekitar kita merupakan salah satu di antara komponen sosial yang ikut mempengaruhi sikap kita. Seseorang yang kita anggap penting akan banyak mempengaruhi pembentukan sikap kita terhadap sesuatu. Orang-orang yang biasanya dianggap penting bagi individu adalah orang tua, orang yang status sosialnya lebih tinggi, teman sebaya, teman dekat, guru, teman kerja, istri atau suami, dan lain-lain.
3.      Pengaruh Kebudayaan Kebudayaan mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan sikap kita terutama kebudayaan dimana kita hidup dan dibesarkan. Kebudayaan telah menanamkan garis pengarah sikap kita terhadap berbagai masalah. Kebudayaan telah mewarnai sikap anggota masyarakatnya, karena kebudayaan pula-lah yang memberi corak pengalaman-pengalaman individu-individu yang menjadi anggota kelompok masyarakatnya. Hanya kepribadian individu yang telah mapan dan kuatlah yang dapat memudarkan dominansi kebudayaan dalam pembentukan sikap individual.
4.      Berbagai bentuk media massa seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, dan lain-lain mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Sebagai tugas pokoknya dalam menyampaikan informasi, media massa membawa pesan-pesan yang berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang. Informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut. Pesan-pesan sugestif yang dibawa oleh informasi tersebut, bila cukup kuat, akan memberi dasar afektif dalam menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah sikap. Walaupun pengaruh media massa tidak sebesar pengaruh interaksi individual secara langsung, namun dalam proses pembentukan dan perubahan sikap, peranan media massa tidak kecil artinya. 
5.      Lembaga Pendidikan Dan Lembaga Agama Kedua lembaga di atas, mempunyai pengaruh dalam pembentukan sikap karena keduanya meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Pemahaman akan baik dan buruk, garis pemisah antara sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan, diperoleh dari pendidikan dan pusat keagamaan serta ajarannya. Karena konsep moral dan ajaran agama sangat membentuk sistem kepercayaan maka tidak mengherankan kalau konsep tersebut ikut berperan dalam menentukan sikap individu terhadap sesuatu hal.
6.      Pengaruh Faktor Emosional Terkadang suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari oleh emosi yang berfungsi sebagai penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego. Sikap ini dapat merupakan sikap yang sementara dan segera berlalu begitu frustasi telah hilang. Akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang dapat bertahan lama.